HANYA BERSAMA KITA BISA


kumpul yuk kenang belijong tercinta
satu kampung, satu hati & satu mimpi

SIAPAKAH KITA

APA KEGIATAN KITA

01.

— Program Bakti Sosial

Selama ini Belijong Group telah memberikan Bansos Beras buat masyarakat Belinyu. Kegiatan masuk ke desa-desa, melakukan pendataan, pembagian dan pendistribusian beras untuk penduduk daerah terpencil.

02.

— Galang Mitra Kerja

Belijong Group membuka kesempatan buat teman-teman yang ingin usaha mikro/industri rumah tangganya, dikembangkan dan dipasarkan. Belijong Group akan membantu mempromosikannya.

03.

— Besuk Kerabat Sakit

Team besuk Belijong Group senantiasa aktif mencari info kerabat yang sakit. Kunjungan ke panti dan rumah sakit. Mendoakan dan memberikan dukungan moril maupun bantuan materil.

04.

— Bantuan Pendidikan

Belijong Group telah memberikan dukungan pendidikan bagi anak-anak di Belinyu. Bantuan tas, buku, alat tulis dan bangku sekolah, agar anak-anak kita sukses dalam pendidikan. Sesuai semboyan kita turut mencerdaskan bangsa.

05.

— Pererat Belijongin

Belijong Group akan adakan kegiatan lomba memasak, membuat kue dan belajar dansa. Mencari waktu yang tepat untuk acara bazar makanan khas Belinyu. Mempererat tali persaudaraan Belijongin.

06.

— Kumpul Ceria

Akhir pekan kita berkumpul bersama, karaoke bareng, setelah kegiatan kerja selama seminggu. Refreshing dengan teman-teman sekampung. Berbagi ceria, cerita dan gak lupa berbagi bon tagihan.

KISAH INSPIRATIF

Kunjungan Team BGB meninjau Pusat Kegiatan Belajar Mengajar Alfa Omega di Kawasan Kosambi, Tangerang, Banten.

Beberapa hari sebelum kunjungan, bapak Ng Pit Nen telah kontak dengan ibu Lisa Sanusi, pendiri PKBM Alfa Omega untuk meninjau kegiatan belajar mengajar disekolah tersebut pada tanggal 09 April 2019 jam 14.00.

Singkat cerita team BGB berkumpul di PIK, team berangkat kelokasi menggunakan 2 kendaraan terpisah. Sementara Di Dadap telah menunggu bapak Apin dan Fendy. Kemudian rombongan bergabung bersama-sama menuju PKBM Alfa Omega.

Dalam kunjungan yang singkat tersebut hanya sekitar 2 jam, kami dapat memetik banyak pelajaran tentang makna kehidupan dari penuturan cerita ibu Lisa, bahwa dengan keadaan yang terbataspun dia bisa berbuat sesuatu untuk memberikan pendidikan yang layak untuk anak-anak yang tidak mampu. Mendukung anak-anak tersebut dengan membekali pelatihan dan keterampilan untuk mempersiapkan hidup mereka dikemudian hari. Mari kita simak kisah inpiratif ini selanjutnya.

Musik Tanjidor Lu Fo Min Warisan Musik Traditional Belinyu yang kini genap berusia 110 tahun.

Sumber Berita :  Belinyu, Bangka Pos 

Tepat tahun 1900, sekelompok pemuda Belinyu mendirikan grup musik tiup dan pukul yang belakangan dikenal sebagai Tanjidor. Berawal dari berguru kepada seorang Sinyo Belanda, usai menjalani kursus tahun 1900, debut  anak muda Belinyu mulai unjuk gigi. Sinyo Belanda dan nyonya yang mengajari main musikpun terhibur.

Demikian anggota Komunitas Pencinta Musik Indonesia (KPMI), Liu Jung Kin kepada Grup Bangka Pos berbagi cerita baru baru ini.

Ia menuturkan, saat itu pemimpin tersebut biasa dipanggil Thai Liong. Alat musik yang dipergunakan mirip perangkat orkestra diantaranya bass tiup, bass drum, snar drum, terompet, trombone, clarinet, alto saxophone, sopran saxophone dan terompet pengiring.

“Selang 20 tahun berjalan mereka merekrut generasi baru .Mereka terdiri dari Bi Lu Choi, Nang Cik dan teman-temannya yang berkarya hingga tahun 1950-an,” kenang Jung Kin.

MITRA KITA

DONASI

dukung kita dan donasi dana anda untuk kampung kita belijong!